Posted in TUGAS

Ilmu Alamiah Dasar

 Apa itu Ilmu Alamiah Dasar?

    Pada dasarnya manusia selalu ingin tahu terhadap apa yang dirasakan dan dialami dalam kehidupannya. Rasa ingin tahu inilah yang pada akhirnya membuat manusia berusaha mencari metode untuk mengetahui permasalahan yang dihadapinya agar kepuasan terhadap keingin tahuannya itu terpenuhi.

      Awal dari Ilmu Pengetahuan Alam dimulai pada saat manusia memperhatikan gejala-gejala alam, mencatatnya kemudian mempelajarinya. Pengetahuan yang diperoleh awalnya terbatas pada hasil pengamatan terhadap gejala alam yang ada. Kemudian makin bertambah dengan pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemikirannya. Selanjutnya dari peningkatan kemampuan daya pikirnya manusia mampu melakukan eksperimen untuk membuktikan  dan mencari kebenaran dari suatu pengetahuan. Dari hasil eksperimen ini kemudian diperoleh pengetahuan yang baru. Setelah manusia mampu memadukan kemampuan penalaran dengan eksperimen ini lahirlah IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) sebagai suatu ilmu yang mantap.

     Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip.

Pengertian Ilmu Alamiah Dasar Menurut Para Ahli

  1.  H. W. Fowler

        Menurut H. W. Fowler dalam bukunya “Sience” In Education, Ilmu Alamiah atau biasa disebut IPA yaitu ilmu yang sistimatis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan  gejala-gejala kebendaan dan  didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi.

  1.   Maskoeri Jasin

      Menurut Maskoeri Jasin dalam bukunya yang berjudul Ilmu Alamiah Dasar bahwa “Ilmu Alamiah merupakan Ilmu Pengetahuan yang mengkaji tentang gejala – gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini. Sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) hanya mengkaji konsep – konsep dan prinsip – prinsip dasar yang esensial saja”

      3. H. Abau Ahmad dan  A. Supatmo

     H. Abau Ahmad dan  A. Supatmo dalam buku SAP Ilmu Alamiah Dasar, menyatakan Ilmu Alamiah atau sering disebut IPA yaitu suatu  pengetahuan teori yang diperoleh/disusun dengan cara yang khas- khusus, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyimpulan,  penyusunan teori, eksperimentasi,  observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain. IPA yaitu ilmu yang mempelajari alam dengan segala isinya.

Perkembangan Pikiran Manusia & Bagaimana Prosesnya

     Pada dasarnya manusia merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling sempurna dalam persaingan hidup di muka bumi ini. Karena itulah manusia lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Karna itu alam pikir manusia dapat berkembang dengan kemampuan berfikir dan bernalar manusia, akal serta nuraninya yang memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik lagi dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Rasa ingin tahu pada manusia ini menyebabkan pengetahuan mereka dapat berkembang setiap hari, mereka mengamati benda-benda dan peristiwa yang terjadi dialam sekitarnya.

      Manusia tidak akan pernah merasa puas jika belum memperoleh jawaban mengenai apa yang diamatinya, rasa ingin tahu semacam itu yang tidak dimiliki oleh hewan. Manusia merupakan makhluk hidup yang berakal serta mempunyai derajat yang tertinggi bila dibandingkan dengan hewan atau makhluk lainnya. Rasa ingin tahu yang terdapat pada manusia ini yang menyebabkan pengetahuan mereka menjadi berkembang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bagaimana alam pikiran manusia dapat berkembang karena dengan kemampuan manusia untuk berfikir dan bernalar serta sifat keingintahuan manusia yang sangat besar.

     Sifat ingin tahu manusia berkembang seiring dengan perkembangan umur dan waktu dimana manusia tersebut hidup. Pada zaman pra sejarah manusia hidup dari berburu dan berladang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian meningkat menjadi petani dan peternak yang menetap. Ada dua macam perkembangan alam pikiran manusia, yakni perkembangan alam pikiran manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayatnya dan perkembangan alam pikiran manusia, sejak zaman purba hingga dewasa ini. Berikut ini, pengelompokan perkembangan kecerdasan manusia berdasarkan usia dari bayi hingga dewasa.

  • Masa bayi (0 – 2 Tahun)

Pada periode ini, ia mulai belajar makan, berjalan, berbicara, dan mengikatkan diri pada orang lain. Dengan gerakan – gerakan anggota tubuhnya, ia belajar memadukan keterangan – keterangan melalui semua alat inderanya.

  • Masa Kanak – kanak ( 3 – 5 Tahun )

Pada periode ini,dorongan keingintahuannya sangat besar, sehingga banyak yang menyebut masa ini sebagai masa bertanya. Tetapi, pada masa ini pengungkapannya sering menggunakan lambang– lambang.

  • Masa Usia Sekolah ( 6 – 12 Tahun )

Pada periode ini,anak sangat aktif, ditandai dengan perkembangan fisik, dan motorik yang baik.

  • Masa Remaja ( 13 – 20 Tahun )

Periode ini merupakan masa pertentangan (konflik), baik dengan dirinya sendiri maupun dengan orang dewasa. Mereka berusaha mengekspresikan dirinya sebagai orang dewasa,padahal secara fisik, mental, dan emosional belum mampu menggunakan nalar serta berhipotesis.

  • Masa dewasa ( > 20 Tahun )

Masa dewasa ini ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri sendiri. Mereka mampu mengendalikan perilakunya dengan baik, menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok serta merupakan individu yang bertanggung jawab.

Perbedaan Mitos, Cerita yang Sebenarnya, Legenda, dan Cerita Rakyat

  • Mitos

     Mitos cerita rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional.Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagainya.

     Mitos cerita rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional.Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagainya.

Beberapa contoh mitos :

  1. Tidak boleh duduk dekat pintu, katanya tidak dapat jodoh
  2. Gadis perempuan kalau menyapu harus bersih, nanti dapat suami brewokan
  3. Kejatuhan cicak tandanya akan terimpa sial
  4. Jangan bersiul malam hari, nanti mengundang setan
  5. Jangan keluar malam waktu Maghrib, nanti diculik kolongwewe
  • Cerita yang Sebenarnya

Yaitu cerita yang sudah benar-benar ada, fakta,dan terbukti kebenarannya.

Contoh Cerita Sebenarnya :

Sebuah film atau cerita novel yang diangkat dari kisah nyata seseoarang yang mengalaminya

  • Legenda

   Sebuah kisah sejarah tradisional populer dianggap benar tetapi biasanya berisi campuran fakta dan fiksi. ebuah legenda adalah cerita yang diceritakan seolah-olah itu adalah peristiwa sejarah, bukan sebagai penjelasan untuk sesuatu atau narasi simbolik.

Beberapa Contoh Legenda :

  1. Cerita legenda Lutung Kasarung
  2. Legenda Candi Prambanan
  3. Cerita Legenda Sangkuriang
  • Cerita Rakyat

   Cerita rakyat adalah sebagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki Bangsa Indonesia. Pada umumnya, cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa. Fungsi Cerita rakyat selain sebagai hiburan juga bisa dijadikan suri tauladan terutama cerita rakyat yang mengandung pesan-pesan pendidikan moral.

Beberapa Contoh Cerita Rakyat :

  1. Malin Kundang
  2. Timun Mas
  3. Keong Mas
  4. Si Pitung
  5. Bawang Merah Bawang Putih

Penalaran dan Syarat atau Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan

  • Penalaran
Penalaran terbagi menjadi dua yaitu :
  1. Penalaran Deduktif  yaitu cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang  bersifat umum untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dan menggunakan pola berpikir silogisme.
  2. Penalaran Induktif  yaitu cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat  khusus untuk menarik kesimpulan yang bersifat umum dan terkait dengan pengetahuan empirisme.
  • Syarat yang Dikatakan Ilmu Pengetahuan
  1. Sistematis

       Sistematis maksudnya adalah mempunyai  bentuk susunan dan aturan permainan yang jelas secara berurutan antara satu dengan yang lain.

      2. Logis

        Logis adalah suatu cara penjelasan  yang dapat dicerna oleh akal sehat atau masuk akal dan mungkin ada.

        3. Objektif

      Objektif diberi pengertian bahwa kebenaran melekat pada bendanya dan bukan pada orang yang menilainya. Misalnya, seseorang mengukur berat 1 ember air seberat 1 kg, sedangkan jika orang lain mengukur benda tadi  juga maka akan didapatkan hasil yang sama. Kebenaran tersebutlah yang disebut sebagai Kebenaran yang objektif.

     Berbeda dengan subjektif ,yang kebenarannya berdasarkan penilaian seseorang. Misalnya Ani menilai Bani sangat tampan tetapi Cindy menilai Bani tidak terlalu tampan. Sehingga penilaian tentang Bani bersifat subjektif, karena semua kebenarannya tegantung orang yang menilainya.

  1. Prediktif

       Berarti memiliki kemampunan untuk memperkirakan atau memprediksi kejadian yang akan datang di kemudian hari.

        Prediksi didalam ilmu pengetahuan adalah prediksi yang di dasarka data yang dapat di percaya kebenarannya. Ilmu pengetahuan mempunyai kemampuan untuk memprediksi  waktu yang akan datang. Misalnya, prakiraan cuaca dari BMKG untuk wilayah Indonesia.

  • Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan

Pengetahuan manusia dimulai dari rasa ingin tahu manusia itu sendiri. Rasa ingin tahu ini sudah dimiliki manusia sejak kecil. Rasa ingin tahu tersebut akan terpuaskan bila diperoleh pengetahuan yang dia pertanyakan dengan hal yang benar.

Pengetahuan dapat diperoleh kebenarannya dari dua pendekatan, yaitu pendekatan non-ilmiah dan ilmiah. Pada pendekatan non ilmiah ada beberapa pendekatan yakni akal sehat, intuisi, prasangka, penemuan dan coba-coba dan pikiran kritis.

  1. Akal sehat

      Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973, h. 3) akal sehat adalah serangkaian konsep dan bagian konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep merupakan kata yang dinyatakan abstrak dan dapat digeneralisasikan kepada hal-hal yang khusus. Akal sehat ini dapat menunjukan hal yang benar, walaupun disisi lainnya dapat pula menyesatkan.

  1. Intuisi

        Intuisi adalah penilaian terhadap suatu pengetahuan yang cukup cepat dan berjalan dengan sendirinya. Biasanya didapat dengan cepat tanpa melalui proses yang panjang tanpa disadari. Dalam pendekatan ini tidak terdapat hal yang sistemik.

  1. Prasangka

       Pengetahuan yang dicapai secara akal sehat biasanya diikuti dengan kepentingan orang yang melakukannya kemudian membuat orang mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu luas. Dan menyebabkan akal sehat ini berubah menjadi sebuah prasangka.

  1. Penemuan coba-coba

      Diawali dengan usaha coba-coba atau dapat dikatakan trial and error. Dilakukan dengan tidak kesengajaan yang menghasilkan sebuah pengetahuan dan setiap cara pemecahan masalahnya tidak selalu sama.

  1. Pikiran Kritis

          Pikiran kritis ini biasa didapat dari orang yang sudah mengenyam pendidikan formal yang tinggi sehingga banyak dipercaya benar oleh orang lain, walaupun tidak semuanya benar karena pendapat tersebut tidak semuanya melalui percobaan yang pasti, terkadang pendapatnya hanya didapatkan melalui pikiran yang logis.

       6. Pendekatan Ilmiah

   Pendekatan ilmiah adalah pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan yang terstruktur dan dikontrol oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun diatas teori-teori terdahulu sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau perbaikan-perbaikan atas teori sebelumnya dan dapat diuji kembali oleh siapa saja yang ingin memastikan kebenarannya.

      7. Melalui Imajinasi

         Sesuatu yang tidak ada di dunia nyata yang dapat terlukis jelas di alam khayal. Di dunia nyata hanya ada gunung dan emas. Tidak ada gunung emas. Tapi di alam khayalan, gunung emas dengan jelasnya tergambarkan. Sebut saja salah satu seniman seperti Picasso, Leonardo da Vinci atau seniman asal Indonesia dalam bidang kartunis, Prie. GS. Mereka membuat karya hanya dengan khayalan dan imajinasi mereka.

       8. Melalui Jiwa atau Hati

     Para sufi melakukan cara ini untuk mendapatkan pengetahuan. Belajarlah dan bersihkan jiwa, maka pengetahuan akan melekat dan bermanfaat bagi Anda. Hati atau jiwa adalah cermin. Jika cerminnya kotor, maka hidup Anda juga penuh dengan kekotoran.

Sifat Unik Manusia

  1. Homo Socius : Bahwa manusia memiliki kemampuan untuk hidup bersosialisasi dengan sesama manusia ataupun makhluk hidup lainnya. Dilengkapi dengan sifat yang membawa mereka pada suatu bentuk permusyawaratan, karena pada dasarnya manusia memiliki keterbatasan dalam berpikir. Sehingga hal ini membedakan dengan makhluk hidup lainnya seperti binatang yang hidup secara bergerombol.
  2. Homo Languens : Bahwa manusia dilengkapi dengan kemapuan untuk berbahasa. kemampuan ini digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi kepada satu sama lain. Untuk dapat saling mengerti terhadap sesama manusia dalam berkomunikasi maka manusia memiliki kemampuan berbahasa. setiap peradaban manusia cenderung memiliki kemampuan dan jenis bahasa yang berbeda-beda.
  3. Homo Sapiens : bahwa manusia memiliki akal dan pikiran yang digunakan untuk memikirkan sesuatu yang baik dan buruk. sehingga dalam mepertimbangkan hal yang akan dilakukannya manusia dapat merencanakan masa depan dengan pertimbangan masa lalu.
  4. Homo Faber:  bahwa manusia memiliki kemampuan untuk membuat dan menggunakan sesuatu demi memenuhi kebutuhan primer dan sekunder manusia itu sendiri. hal ini juga disebabkan oleh keterbatasan manusia dalam emnggunakan alat indranya. sehingga untuk menutupi kekurangannya itu dia membuata sesuatu yang membantunya dalm kehidupan sehari-hari.
  5. Homo Religius: Bahwa manusia menyadari akan adanya suatu bentuk kekuasaan dan kekuatan yang lebih besar dari tenaga ataupun kemapuan manusia. sehingga hal ini mendorong manusia untuk meyakini atau menyembah sesuatu yang dianggapnya berhubungan dengan hal gaib yang dimaksud berkehendak dikemudian hari.
  6. Homo Aestheticus: Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menyukai atau mengagumi sesuatu yang dianggap indah dan pantas untuk dikagumi. Hal ini dapat terlihat dari beberapa bukti pada zaman dahulu, seperti keindahan yang hingga kini masih terpamor keindahahnnya seantero dunia. yakni Lukisan Da Vinci Code, sesuatu yang membuktikan bahwa manusia sangat mengapresiasikan suatu nilai keindahan.
  7. Homo Humanis: Manusia kita kenal sebagai makhluk sosial, yang mengandung pengertian bahwa semua insan manusia hidup saling.

=======================

TUGAS MATEMATIKA & ILMU ALAMIAH DASAR

Dosen Pembimbing : Nurul Huda

  • NAMA : ARINDA AYU LARASATI
  • NMP : 11516074
  • KELAS : 1PA05

 

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA

 

Advertisements

Author:

@arindaalrst

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s