Posted in TUGAS

Ilmu Alamiah Dasar (Berhubungan dengan Kimia & Fisika)

1. Pengenalan Unsur-Unsur dan Sistem Periodik

UNSUR

Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Penulisan lambang unsur mengikuti aturan sebagai berikut:

  1. Lambang unsur diambil dari singkatan nama unsur. Beberapa lambang unsur berasal dari bahasa Latin atau Yunani nama unsur tersebut. Misalnya Fe dari kata ferrum (bahasa latin) sebagai lambang unsur besi.
  2. Lambang unsur ditulis dengan satu huruf kapital.
  3. Untuk Unsur yang dilambangkan dengan lebih dengan satu huruf, huruf pertama lambang ditulis dengan huruf kapital dan huruf kedua/ketiga ditulis dengan huruf kecil.
  4. Unsur-unsur yang memiliki nama dengan huruf pertama sama maka huruf pertama lambang unsur diambil dari huruf pertama nama unsur dan huruf kedua diambil dari huruf lain yang terdapat pada nama unsur tersebut. Misalnya, Rauntuk radium dan Rn untuk radon.

Pada suhu kamar (25 C) unsur dapat berwujud Padat, Cair,dan Gas, secara umum unsur terbagi menjadi dua kelompok yaitu:
•Unsur Logam: umumnya unsur logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi, mengilap, dapat dibengkokan  , dan dapt menghantarkan panas atau arus listrik
•Unsur Non Logam: umumnya memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap,kadang-kadang rapuh tak dapat dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik.

SENYAWA

Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Misalnya, karat besi (hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe) dengan oksigen (O). Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi penguraian.

Senyawa mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya dapt diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada kondisi yang sama, senyawa dapat memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk senyawa air yang berwujud cair.

SISTEM PERIODIK

Sistem periodik memperlihatkan pengelompokkan atau susunan unsur-unsur dengan tujuan mempermudah dalam mempelajari sifat-sifat berbagai unsur yang berubah secara periodik.

Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Usaha-usaha untuk mengelompokkan unsur-unsur telah dimulai sejak para ahli menemukan semakin banyaknya unsur di alam. Pengelompokkan unsur-unsur ini dimaksudkan agar unsur-unsur tersebut mudah dipelajari. Beberapa ahli mengelompokkan unsur-unsur tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan.

1)      Triade Dobereiner

Pada tahun 1829, Johann Dobereiner mengelompokkan unsure berdasarkan kemiripan sifat ke dalam tiga kelompok yang disebut triade. Dalam triade, sifat unsur kedua merupakan sifat antara unsur pertama dan unsur ketiga. Contohnya: suatu triade Li-Na-K terdiri dari Lithium (Li), Natrium (Na), Kalium (K) yang mempunyai kemiripan sifat. Dia juga menemukan bahwa massa atom unsur kedua adalah rata-rata massa atom unsur pertama dan unsur ketiga. Tabel pengelompokkan unsur dapat dilihat pada Tabel 1. Contohnya: massa atom unsur Na adalah rata-rata massa atom unsur Li dan massa atom unsur K.

IAD1Tabel 1 : Tabel Triade

2)      Hukum Oktaf Newlands

Pada tahun 1865, John Newlands mengklasifikasikan unsur berdasarkan kenaikan massa atomnya. Newlands mengamati ada pengulangan secara teratur keperiodikan sifat unsur. Unsur ke-8 mempunyai sifat mirip dengan unsur ke-1. Begitu juga unsur ke-9 mirip sifatnya dengan unsur ke-2, dan seterusnya. Karena kecenderungan pengulangan selalu terjadi pada sekumpulan 8 unsur (seperti yang telah dijelaskan) maka sistem tersebut disebut Hukum Oktaf.

IAD1.pngTabel 2 : Tabel unsur Newlands

Kelemahannya adalah Hukum Oktaf Newlands hanya berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom yang rendah.

3)      Sistem Periodik Mendeleev

Sesuai dengan kegemarannya yaitu bermain kartu, ahli kimia dari Rusia, Dimitri Ivanovich Mendeleev (1869) mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang unsur, kemudian ia menulis pada kartu-kartu. Kartu-kartu unsur tersebut disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Kartu-kartu unsur yang sifatnya mirip terletak pada kolom yang sama yang kemudian disebut golongan. Sedangkan pengulangan sifat menghasilkan baris yang disebut periode. Alternatif pengelompokkan unsur-unsur lebih ditekankan pada sifat-sifat unsur tersebut daripada kenaikan massa atom relatifnya, sehingga ada tempat-tempat kosong dalam tabel periodik tersebut. Tempat kosong inilah yang oleh Mendeleev diduga akan diisi oleh unsur-unsur dengan sifat-sifat yang mirip tetapi pada waktu itu unsur tersebut belum ditemukan.

IAD1.png                                           Tabel 3 : Tabel Sistem Periodik Mendeleev

Kelebihan sistem periodik Mendeleev adalah dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai tempat yang kosong, penempatan gas mulia yang baru ditemukan tahun 1890–1900 tidak menyebabkan perubahan susunan sistem periodik Mendeleev, sedangkan kekurangannya yaitu adanya penempatan unsur yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom. Contoh: 127I dan 128Te. Karena sifatnya, Mendeleev terpaksa menempatkan Te lebih dulu daripada I.

4)      Sistem Periodik Modern

Pada tahun 1914, Henry G. Moseley menemukan bahwa urutan unsur-unsur dalam sistem periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Sistem periodik unsur modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Moseley berhasil menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev, yaitu ada unsur yang terbalik letaknya. Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom. Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai penyempurnaan sistem periodik Mendeleev. Tabel Moseley atau yang dikenal dengan istilah Tabel Sistem Periodik Modern dapat dilihat pada Tabel 4.

1.jpgTabel 4 : Tabel Sistem Periodik Modern

Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka:

  • Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur.
  • Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur.
  • Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur.
  • Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur.
  • Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur.
  • Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur, pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71.
  • Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya, sampai saat ini berisi 24 unsur. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida, yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103.

2. Pengertian Energi, Macam-Macam Energi, dan Contohnya

ENERGI

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Dalam kehidupan sehari-hari, energi sering kita sebut sebagai tenaga.

Satuan SI untuk energi adalah joule (J). Satu joule setara dengan 1 newtonmeter (Nm). Selain joule, masih ada satuan energi lain yang sering kita gunakan, di antaranya erg dan kalori.

Energi yang dimiliki suatu benda jika digunakan terus-menerus, lambat laun akan habis. Oleh karena itu, kita harus memberikan tambahan energi, misalnya dengan makan secara teratur atau mengganti baterai lampu senter.

Berdasarkan ketersediaannya, sumber energi dibagi menjadi dua jenis, yaitu sumber energi terbarukan dan sumber energi yang tidak terbarukan. 

  • Sumber energi yang dapat diperbaharui adalah sumber energi yang tidak pernah habis. Matahari, angin, dan air merupakan contoh sumber energi terbarukan.
  • Sumber energi yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber energi yang hanya dapat digunakan sekali atau dapat habis. Contoh sumber energi tidak terbarukan antara lain kayu, batu bara, minyak, dan gas alam.

Macam-macam Bentuk Energi

Energi ada berbagai macam. Seperti salah satu contohnya; Makanan yang dimakan seorang pelari memiliki energi kimia. Batu baterai pada percakapan di depan mempunyai energi kimia, tetapi lampu senter menyala karena adanya energi listrik.

a. Energi kimia

Energi kimia adalah energi yang dilepaskan selama reaksi kimia. Contoh sumber energi kimia adalah bahan makanan yang kita makan.

Bahan makanan yang kita makan mengandung unsur kimia. Dalam tubuh kita, unsur kimia yang terkandung dalam makanan mengalami reaksi kimia. Selama proses reaksi kimia, unsur-unsur yang bereaksi melepaskan sejumlah energi kimia.

Energi kimia yang dilepaskan berguna bagi tubuh kita untuk membantu kerja organ-organ tubuh, menjaga suhu tubuh, dan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Contoh energi kimia lainnya adalah pada peristiwa menyalanya kembang api. Kembang api dibuat dari sejenis mesiu. Ketika mesiu tersebut terbakar, sejumlah gas terlepas dengan kecepatan tinggi.

tahun baru.JPG                                                         Gambar 1 : Kembang Api

Akibatnya, terjadi pelepasan energi ke udara. Selain dalam bahan makanan dan kembang api, energi kimia juga tersimpan di dalam bahan bakar seperti bensin, solar, dan minyak tanah.

b. Energi listrik

Lampu senter yang akan digunakan seseorang dapat menyala karena ada energi listrik yang mengalir pada lampu.

Energi listrik terjadi karena adanya muatan listrik yang bergerak. Muatan listrik yang bergerak akan menimbulkan arus listrik. Energi listrik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya sebagai penerangan. Energi listrik juga dapat digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin.

listrik.jpgGambar 2 : Bagaimana aliran listrik bisa sampai ke rumah

Energi listrik yang biasa kita gunakan dalam rumah tangga berasal dari pembangkit listrik. Pembangkit listrik tersebut menggunakan berbagai sumber energi, seperti air terjun, reaktor nuklir, angin, atau matahari. Energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik sangat besar. Untuk menghasilkan sumber energi listrik yang lebih kecil, kita dapat menggunakan aki, baterai, dan generator.

c. Energi bunyi

Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar.

Ketika kita mendengar bunyi guntur yang sangat keras, terkadang kaca jendela rumah kita akan ikut bergetar. Hal ini disebabkan bunyi sebagai salah satu bentuk energi merambatkan energinya melalui udara.

Energi-bunyi.jpgGambar 3 : Energi Bunyi

Sebenarnya ketika terjadi guntur, energi yang dimiliki guntur tidak hanya mengenai kaca rumah tetapi mengenai seluruh bagian rumah. Akan tetapi, energi yang dimiliki guntur tidak cukup besar untuk menggetarkan bagian rumah yang lainnya.

d. Energi Kalor (Panas)

Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat mengakibatkan perubahan suhu maupun perubahan wujud zat. Energi kalor biasanya merupakan hasil sampingan dari perubahan bentuk energi lainnya.

Energi kalor dapat diperoleh dari energi kimia, misalnya pembakaran bahan bakar. Energi kalor juga dapat dihasilkan dari energi kinetik benda-benda yang bergesekan. Contoh, ketika kamu menggosokgosokkan telapak tanganmu maka kamu akan merasakan panas pada telapak tanganmu.

e. Energi cahaya

Energi cahaya dapat diperoleh dari benda-benda yang dapat memancarkan cahaya, misalnya api dan lampu. Matahari merupakan salah satu sumber energi cahaya.

image07.jpg Gambar 4 : Energi Cahaya dari Matahari

Energi cahaya biasanya disertai bentuk energi lain seperti energi kalor (panas). Bahkan dengan menggunakan sel surya, energi yang dipancarkan oleh matahari dapat diubah menjadi energi listrik.

f. Energi Pegas

Semua benda yang elastis atau lentur memiliki energi pegas. Contoh benda elastis antara lain pegas, per, busur panah, trampolin, dan ketapel.

energi potensial.JPG Gambar 5 : Contoh Energi Pegas

Jika kita menekan, menggulung, atau meregangkan sebuah benda elastis, setelah kita melepaskan gaya yang kita berikan maka benda tersebut akan kembali ke bentuk semula. Ketika benda tersebut kita beri gaya maka benda memiliki energi potensial. Ketika gaya kita lepaskan, energi potensial pada benda berubah menjadi energi kinetik.

g. Energi Nuklir

Energi nuklir merupakan energi yang dihasilkan selama reaksi nuklir. Reaksi nuklir terjadi pada inti atom yang pecah atau bergabung menjadi inti atom yang lain dan partikel-partikel lain dengan melepaskan energi kalor.

pengantar-energi-nuklir-energi-alternatif-12-638.jpg                                                  Gambar 6 : Pengantar Energi Nuklir

Reaksi nuklir terjadi di matahari, reaktor nuklir, dan bom nuklir. Energi yang ditimbulkan dalam reaksi nuklir sangat besar, oleh karena itu energi nuklir dapat digunakan sebagai pembangkit listrik.

h. Energi mekanik

Usaha’ dilakukan ketika sebuah gaya bekerja pada benda sehingga menyebabkan itu bergerak, berubah bentuk, menggantikan, atau melakukan sesuatu yang bersifat fisik. Sebab, contoh, jika saya mendorong pintu terbuka agar tamu saya dapat berjalan masuk, usaha dilakukan pada pintu (dengan menyebabkan itu menjadi membuka).

3. Penemuan Unsur dan Senyawa Terbaru yang Berguna Bagi Kehidupan manusia dan makhluk hidup

Penemu Senyawa Antikanker Pada Kulit Kayu Damar Batu

Valentina Adimurti Kusumaningtyas, dosen kimia di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Bandung itu berhasil menemukan senyawa antikanker pada kulit batang pohon damar batu. Jika dikembangkan lebih lanjut melalui teknik ekstraksi senyawa, itu bisa menjadi obat herbal masa depan untuk penyembuhan kanker kulit.

“Obat herbal antikanker lebih aman daripada obat sintetis. Karena kandungan zat dari tumbuhan  tidak mempunyai efek samping  bagi organ tubuh,” ujar Valen saat ditemui di ruang kerjanya.

Belum banyak  orang yang tahu tentang khasiat obat herbal, khususnya senyawa pada kulit batang pohon damar. Penderita kanker kulit lebih banyak tergantung obat sintetis yang berbahan baku zat kimia.

Hal itu semata-mata karena pemerintah dan paramedis kurang mempromosikan obat herbal. “Sebenarnya, banyak juga senyawa tanaman lain yang memiliki kemampuan menyembuhkan kanker seperti kunyit dan sambiloto. Tapi paling tidak hasil penelitian saya bisa memberikan alternatif pilihan bagi masyarakat yang ingin sembuh dari penyakitnya,” ujarnya merendah.

Penemuan ini telah dirintis Valen sejak 2006. Waktu itu, ia dibantu dua rekannya, yakni Dewi Meliati (dosen Unjani)  dan Yana Maulana Syah (dosen Institut Teknologi Bandung [ITB]) , berusaha mencari tema penelitian yang layak diajukan ke Direktorat  Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional untuk mendapatkan pendanaan.

“Kebetulan  ITB  mempunyai data base tentang berbagai khasiat tanaman golongan tanaman keras Dipterocarpaceae. Akhirnya  kami memutuskan untuk meneliti kulit batang damar batu karena belum pernah digarap oleh ilmuwan lain. Berdasarkan literatur, kulit batang pohon ini mempunyai prospek cukup baik untuk menghasilkan senyawa anti-kanker,” ungkap Valen.

Proposal itu disetujui Dikti. Valen dan timnya mendapat hibah dana penelitian sebesar Rp50 juta plus waktu dua tahun guna membuktikan kebenaran hipotesis. Penelitian itu diakui Valen tergolong mulus. Proses yang paling lama ialah pada ketersediaan sampel. Kulit batang harus didatangkan dari Kebun Raya Bogor sehingga ketika sampel habis, proses penelitian terpaksa ditunda sementara.

“Sebenarnya  pohon damar jati hidup di mana-mana. Namun sampel penelitian kan harus konsisten supaya akurasi data terjaga,” ucapnya.

Pertengahan 2008, Valen dan kawan-kawan mempresentasikan temuan mereka ke Ditjen Dikti di Jakarta. Dari penilaian tim juri, penelitian mereka dinyatakan  logis. Bukti yang dipaparkan Valen, dua dari tiga senyawa  oligomer  yang terkandung dalam kulit batang damar batu bersifat antikanker terhadap  sel kanker  murine leukemia P-388, meskipun masih perlu uji coba lanjutan mulai dari hewan kecil sampai manusia.

Supaya dapat diproduksi sebagai obat, Valen harus menguji  coba senyawa  anti-kanker ke kera dengan metode yang sama. Jika terbukti efektif, diuji coba dulu ke beberapa (relawan) manusia. Adapun Valen baru menyelesaikan  uji sitotoksik  pada benur udang dan mencit atau tikus putih. Sel kanker  kulit yang ditanamkan di tubuh kedua hewan itu ternyata tidak tumbuh setelah diberi senyawa antikanker buatan Valen.

“Ada keinginan  untuk menyelesaikan  semua  uji coba. Tapi, kami terkendala dana karena biaya perizinan dan pembelian  sampel sangat besar,” kata Valen yang berharap adanya donatur untuk membiayai proses uji coba.

Valen juga sedang menunggu sertifikat paten dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual  (HKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atas metode penelitian dan senyawa antikanker pada kulit batang damar batu yang ia daftarkan sejak akhir 2008.

Ketertarikan Valen kepada dunia kesehatan sebenarnya baru tumbuh  ketika  kuliah S-1 di Jurusan Kimia Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Ia masuk tahun 1985. Ketika mengikuti praktikum di Cirebon, dia mendapati  sejumlah masyarakat yang meminum air rebusan rumput untuk obat sakit gula.

Ternyata, sari pati rumput tersebut berfungsi sebagai antibiotik  yang menurunkan kadar gula dalam darah. “Saya lalu berpikir, obat berbagai jenis penyakit pasti sudah tersedia di alam. Sebab, ayat dalam Al-Qur’an  pun  menyebutkan bahwa segala sesuatu yang Ia ciptakan tidaklah sia-sia,” ucapnya.

Dari situ, perempuan  yang hobi memasak ini ingin terus meneliti tanaman yang menyembuhkan penyakit. Berbekal ilmu kimia organik bahan alam selama kuliah S-1 di Unpad dan S-2 di ITB, ia berharap bisa berkontribusi bagi banyak orang. “Karena  saya lulusan kimia, studi saya cuma sebatas mencari kandungan gizi dalam tumbuhan dan kandungan senyawa antipenyakit dalam tanaman.  Kalau  mau dijadikan obat herbal, harus bekerja sama dengan ilmuwan bidang kedokteran atau farmasi.”

Menurut dia, ilmu kimia organik tidak akan pernah mati. Selalu berkembang  dan terus mencari penemuan baru yang berguna bagi aspek kehidupan manusia. Apalagi di negara tropis seperti Indonesia. Keaneka- ragaman hayatinya memiliki banyak potensi yang belum tergali. Dari satu tanaman saja, semua bagiannya  mulai dari batang, akar, daun, sampai daun  bisa menghasilkan  senyawa antipenyakit.

Valen lantas mengilustrasikan kesuksesan  ilmu pengobatan dari bahan organik  di China yang berkembang sejak puluhan abad silam.

“Di China, hampir tidak ada penyakit  yang tidak mampu disembuhkan  oleh obat dari tumbuhan,” tukas perempuan yang dipercaya menjabat sebagai Pembantu  Dekan Bidang Akademik Fakultas MIPA Unjani itu.

Obat herbal, lanjut dia, memiliki  tingkat risiko lebih rendah daripada obat sintetis. Karena obat sintetis dapat berubah menjadi racun sehingga menurunkan kekebalan tubuh seseorang. Sedangkan senyawa obat herbal yang bersifat alami mudah dinetralisasi  oleh tubuh.

“Pengusaha industri obat di luar negeri terus-menerus mengembangkan obat-obatan berbahan baku tumbuhan. Mereka mengandalkan pasokan senyawa alami  dari kita. Masa kita jauh tertinggal dari orang asing,” kata Valen yang kini tengah meneliti senyawa antikanker payudara.

Baginya, Tidak ada kamus terlambat untuk menciptakan perubahan. Asalkan pemerintah mau konsisten menjaga keanekaragaman hayati dengan cara menghapus praktik penebangan liar. Sementara industri kesehatan nasional juga semakin mengakomodasi keberadaan obat herbal sebagai solusi mengatasi penyakit.

“Saya kira ilmuwan akan senang hati berkarya demi kemajuan bangsa. Bahkan semakin semangat mencari ide-ide baru karena hasil kerja keras mereka diminati masyarakat,”tegasnya.

Biasanya, batang pohon damar batu yang banyak tumbuh di pedalaman Sumatra itu kerap dimanfaatkan masyarakat setempat untuk bahan bangunan. Getahnya bisa dicampur  kerosin untuk membuat  rangka  kapal boat, dapat pula dipakai sebagai salah satu bahan baku cat dan vernis. Adapun larutan damar dalam cairan kloroform dapat dipakai untuk mengawetkan binatang dan tumbuhan guna kepentingan riset. Pohon bernama latin Hopea odorata itu memang menyimpan banyak manfaat. Di tangan Valentina, manfaat damar batu bertambah lagi. Hasil risetnya membuktikan kulit batang pohon ini menghasilkan senyawa aktif yang berguna untuk obat antikanker kulit.

Meski proses penelitian itu memakan waktu lama, menurut Valen, pembentukan senyawa aktif antikanker pada kulit batang damar batu tergolong mudah. Dia menjelaskan, pertama-tama kulit batang dijemur di bawah terik sinar matahari selama dua sampai tiga hari untuk menghilangkan kandungan airnya. Kemudian digiling sampai menjadi serbuk.

Seluruh serbuk direndam menggunakan  cairan metanol selama satu hari untuk mendapatkan  senyawa  murni atau biasa disebut proses ekstraksi. Namun jika untuk konsumsi manusia, perendaman  harus menggunakan cairan etanol.

Berdasarkan uji sampel, didapati hasil bahwa dua dari tiga senyawa  oligomer  yang terkandung dalam kulit batang damar batu bersifat antikanker terhadap  sel kanker murine leukemia  P-388. Namun dari 5 kg kulit batang damar batu, hanya 0,5 mg saja yang bisa dimanfaatkan. Senyawa aktif tersebut berkhasiat membunuh sel kanker kulit yang menyerang makhluk hidup. Meski begitu, temuan ini masih perlu uji sitotoksik mulai dari hewan kecil hingga relawan manusia sebelum dinyatakan  layak beredar  di masyarakat sebagai obat.

“Kami sudah berhasil menguji coba ke benur udang dan tikus putih. Tinggal uji coba ke kera dan manusia. Tapi belum bisa dilakukan karena  keterbatasan dana,” terang Valen.

Dengan  cara  konvensional, Valen mempersilakan masyarakat, khususnya  penderita kanker payudara, yang hendak membuktikan  sendiri khasiat  batang  kulit  damar batu.  Cukup  dengan  merebus kulit batangnya. Jika memungkinkan, bisa berbentuk serbuk. Lalu sari pati air rebusan langsung diminum sebagai obat pencegah perkembangan sel kanker kulit. Jika dilakukan secara rutin, Valen yakin kanker kulit seseorang berangsur-angsur hilang.

Ke depan, Valen berencana membuat senyawa hasil temuannya menjadi produk suplemen  agar lebih mudah mengurus izin. “Dari aspek farmakologi,  khasiat kulit batang damar batu sudah teruji,”pungkasnya.

 4. Sifat Fisika

Sifat fisika adalah sifat suatu zat yang dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut. Sifat fisika antara lain wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan, kemagnetan, dan kekentalan.

SIFAT-SIFAT FISIKA

  • Wujud zat

Wujud zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu : menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal.

  • Warna

Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat diamati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang

membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain–lain.

  • Kelarutan

Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air.

  • Daya hantar listrik

Daya hantar listrik merupakan sifat fisika. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat diamati adalah lampu dapat menyala.

  • Kemagnetan

Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.

  • Titik Didih

Titik didih merupakan suhu ketika suatu zat mendidih.

  • Titik Leleh

Titik leleh merupakan suhu ketika zat padat berubah menjadi zat cair.

CONTOH SIFAT FISIKA

sifat fisika11.JPG

5. Energi Yang Paling Sering Digunakan Oleh Manusia

Sumber energi berasal dari bahan bakar, baterai, listrik. Bahan bakar meliputi gas, bensin, minyak tanah, solar. Sumber energi digunakan untuk menghasilkan panas, bunyi, cahaya. Misalnya saja dalam panas kompor, setrika, dispenser. Dalam bunyi misalnya radio, televisi, jam beker. Dalam cahaya misalnya lampu, lilin, senter.

Macam-macam energi :

Beberapa bentuk energi, contohnya energi panas, energi listrik, energi cahaya, dan energi bunyi.

Energi Panas :

Energi panas dapat dirasakan. Matahari dan api dapat menghasilkan energy panas. Matahari adalah sumber energy terbesar di bumi. Panas matahari berguna dalam kehidupan. Energi panas juga bisa berasal dari listrik.

Cahaya adalah bentuk energi. Energi cahaya dapat menerangi suatu tempat. Tempat yang gelap menjadi terang. Energi cahaya juga memancarkan panas. Jika dinyalakan terlalu lama, lampu akan terasa panas.

Energi Listrik :

Energi listrik merupakan energi yang paling banyak digunakan oleh manusia, karena energi listrik mudah dibangkitkan dan mudah diubah menjadi bentuk energi lain. Energi listrik berasal dari arus listrik. Dalam kehidupan sehari-hari, listrik kita gunakan untuk menghidupkan berbagai jenis barang-barang elektronik seperti lampu, televisi, kulkas dan mesin cuci. Manusia sangat membutuhkan listrik untuk melakukan aktivitasnya, tanpa listrik, manusia akan mengalami kesulitan untuk melakukan berbagai hal.

Banyak kegiatan manusia yang menggunakan energi listrik. Mulai dari kegiatan di dapur sampai sarana hiburan.

Energi Air :

Sumber energi yang tak kalah pentingnya bagi kehidupan manusia ataupun makhluk hidup lainnya untuk kehidupan. Air berperan untuk mandi, mencuci, minum, hingga industri pengolahan air. Selain itu, tenaga air juga berperan besar dalam menghasilkan listrik untuk kehidupan umat manusia.

Sumber :

http://kemashsn.blogspot.co.id/2013/03/pengenalan-unsur-dan-sistem-periodik.html

http://fsabrina.blogspot.co.id/2013/05/pengenalan-unsur-dan-sistem-periodik_9148.html

http://www.guruipa.com/2016/01/pengertian-energi-dan-macam-macam-jenis-bentuk-energi-beserta-contohnya.html

http://wandamalia.blogspot.co.id/2016/06/informasi-tentang-penemuan-unsur-baru_14.html

http://www.indonesiacerdas.web.id/2012/06/sifat-fisika-dan-sifat-kimia.html

http://www.pelajaransekolah.net/2016/06/pengertian-dan-contoh-sifat-sifat-fisika-dan-sifat-sifat-kimia-materi-zat.html

 

=======================

TUGAS MATEMATIKA & ILMU ALAMIAH DASAR

Dosen Pembimbing : Nurul Huda

  • NAMA : ARINDA AYU LARASATI
  • NMP : 11516074
  • KELAS : 1PA05

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA

Advertisements

Author:

@arindaalrst

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s